Laravel

Security Best Practices

Proteksi CSRF, pencegahan XSS, SQL injection, mass assignment, keamanan autentikasi, enkripsi, hashing, rate limiting

22 pertanyaan wawancaraยท
Senior
1

Apa itu proteksi CSRF di Laravel?

Jawaban

Proteksi CSRF (Cross-Site Request Forgery) mencegah serangan permintaan lintas situs dengan memvalidasi token unik untuk setiap sesi. Laravel secara otomatis menghasilkan token ini dan memverifikasinya pada semua permintaan POST, PUT, PATCH, DELETE. Rute API dikecualikan karena biasanya menggunakan autentikasi stateless berbasis token.

2

Bagaimana Laravel mencegah serangan XSS secara default?

Jawaban

Laravel secara otomatis meng-escape semua variabel yang ditampilkan melalui sintaks Blade {{ $variable }}. Escaping ini mengonversi karakter HTML khusus menjadi entitas, mencegah eksekusi skrip berbahaya. Untuk menampilkan HTML mentah, Anda harus secara eksplisit menggunakan {!! $variable !!}, yang memaksa developer membuat pilihan secara sadar.

3

Apa peran properti $fillable dalam model Eloquent?

Jawaban

Properti $fillable mendefinisikan whitelist atribut yang dapat di-mass-assign melalui create() atau update(). Ini melindungi dari serangan mass assignment di mana pengguna jahat dapat mengubah field sensitif seperti is_admin atau role_id. Alternatifnya adalah $guarded yang mendefinisikan blacklist field yang dilindungi.

4

Metode mana yang sebaiknya digunakan untuk meng-hash password di Laravel?

5

Bagaimana Laravel melindungi dari SQL injection?

+19 pertanyaan wawancara

Kuasai Laravel untuk wawancara berikutnya

Akses semua pertanyaan, flashcards, tes teknis, latihan code review dan simulator wawancara.

Mulai gratis